Peluang dan Ide Bisnis (3)

11. Jasa Penitipan Anak

Tipe: Bisnis: Rumahan
Jenis Bisnis: Offline/Online
Modal: Menengah – Besar

Suka dengan anak-anak dan ingin menjalankan bisnis dari rumah? Membuka jasa penitipan anak bisa menjadi pilihan yang menarik. 

Bisnis ini sangat cocok dijalankan di kota-kota besar. Kesibukan orang tua bekerja seringkali mengharuskan anak dititipkan ke pihak lain. Ini bisa jadi peluang bisnis.

Pada awalnya, Anda mungkin harus menyiapkan modal untuk melakukan renovasi rumah Anda. Tujuannya, menjadikan rumah Anda area bermain yang menyenangkan. Selain itu, Anda perlu membeli beberapa perlengkapan bermain anak sekaligus upaya mempromosikan usaha. 

Katakanlah tarif penitipan anak per bulan Rp500 ribu. Jika menerima 10 anak, maka pendapatan tiap bulan adalah Rp5 juta. 

Itu pun bisa bertambah jika Anda juga menerima anak yang membutuhkan pengawasan khusus seperti balita ataupun bayi. Tentu pendapatan Anda kian meningkat. 

Tidak hanya itu, jika Anda mempromosikannya dengan baik melalui website, tentu akan mampu menjangkau lebih banyak konsumen. Salah satu contohnya adalah KideeChildCare.

12. Berjualan Makanan Ringan

Tipe: Bisnis: Rumahan
Jenis Bisnis: Offline/Online
Modal: Kecil – Menengah

Produk makanan memang tidak ada matinya. Terutama produk makanan ringan atau snack. Meskipun banyak produk baru dikenalkan, antusiasme masyarakat untuk mencobanya cukup besar. Artinya, potensi bisnisnya masih cukup besar. 

Jika Anda ingin menjajal bisnis makanan ringan ini, kuncinya adalah kualitas dan keunikan produk. Lalu, untuk lebih meningkatkan penjualan, Anda bisa memasarkannya secara online. 

Memulai bisnis ini tidak harus dengan modal besar. Bahkan Anda bisa menjalankannya seperti bisnis rumahan. 

Contoh sukses bisnis ini adalah Lidi Geli. Berawal dari keinginannya memperkenalkan makanan tradisional, Famela Nurul Islami memproduksi makanan ringan mie lidi dengan pangsa pasar anak muda. 

Dengan modal awal hanya Rp.1 juta, Famela mengaku margin keuntungannya bisa mencapai 50% dari modal awal yang ia keluarkan. Bisnisnya semakin berkembang terutama setelah pemasaran dilakukan juga melalui websiteLidi Geli.

13. Bisnis Waralaba/Franchise

Tipe: Bisnis: Reguler
Jenis Bisnis: Offline/Online
Modal: Kecil – Menengah

Bisnis waralaba adalah bisnis yang dijalankan dengan model kemitraan. Bekerja sama dengan perusahaan yang produknya sudah dikenal tentu lebih cepat mendatangkan pembeli. 

Potensi bisnis yang ditawarkan cukup baik dan sudah berkembang. Namun, sebagian masyarakat menganggap waralaba harus dengan modal besar dan hanya untuk bisnis makanan. 

Kenyataannya, banyak pilihan waralaba mulai dari yang bermodal kecil. Selain itu, saat ini banyak pilihan waralaba seperti laundry, jasa kirim barang, pelatihan, dan lainnya. Bahkan ada juga kemitraan dari bisnis tambal ban dan tambah angin seperti ditawarkan Green Nitrogen.

Kunci dari bisnis ini adalah jeli melihat peluang usaha terbaru, dan memilih jenis bisnis serta mitra bisnis yang baik. 

14. Jasa Terjemah

Tipe: Bisnis: Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil

Kemampuan berbahasa asing dapat membantu Anda mendapatkan penghasilan yang besar. Anda bisa memulai bisnis jasa terjemah dengan omzet yang bisa mencapai $500/bulan. Menariknya, Anda bisa melakukannya dari rumah. 

Ya, itulah cerita dari Reni Heryani yang terjun ke dunia terjemah online. Ia adalah seorang freelancer yang sering mendapatkan pekerjaan paruh waktu dari beberapa platform freelancer. 

Bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis ini secara penuh (full time), tentu hasil yang dicapai bisa lebih besar. 

Apalagi jika Anda memiliki sebuah website portofolio yang menunjukkan keahlian yang Anda miliki seperti yang dimiliki oleh Desi Mandarini di atas.

15. Membuka Toko Online

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil – Menengah

Saat ini semakin mudah bagi seseorang membuka toko online. Ragam produk yang dijual pun kian beragam. Modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar. 

Faktanya, potensi peluang usahanya mencapai Rp77 triliun di tahun 2018. Artinya, kesempatannya masih terbuka lebar. 

Kejelian Anda dalam melihat gap in the market sangat diperlukan. Gap in the market adalah peluang usaha terbaru yang belum digarap namun banyak dibutuhkan konsumen. 

Contoh yang menarik adalah bisnis aksesoris boneka. Salah satu toko online yang menggeluti bisnis unik ini adalah Rumah Barbie. Website ini menyediakan berbagai barang unik baik berupa rumah barbie dan mini furniture lainnya.

Bagaimana potensi peluang usahanya? Secara umum bisnis aksesori dan boneka custom masih cukup potensial. Bahkan, omzetnya bisa mencapai Rp.50 juta/per bulan.

Hal inilah yang dialami oleh Solihin, pebisnis boneka Barbie lain  asal Jakarta. Mengaku hanya bermodal 5 juta rupiah, bisnis yang ia geluti terus berkembang. Bahkan, di momen tertentu ia sampai harus menambah jumlah pekerjanya. 

Apakah Anda sudah memikirkan akan membuat toko online apa?