Bisnis Modal 1 jutaan

Memiliki penghasilan tambahan diinginkan banyak orang, apalagi di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Saat ini, banyak masyarakat yang penghasilannya terdampak, entah karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga gajinya dipangkas dari yang seharusnya.

Salah satu yang bisa menghasilkan penghasilan tambahan adalah usaha atau berdagang. Hanya saja, kegiatan itu biasanya terbentur oleh modal. Namun jangan sedih, perencana keuangan, Aidil Akbar mengatakan ada beberapa usaha yang bisa dijalankan masyarakat di tengah pandemi Corona. Usaha tersebut tentunya dengan modal yang minim.

“Peluang yang saat ini masih ada itu biasanya usaha dan dagang, dagang yang relatif masih laku adalah makanan, minuman, dan turunannya,” ujarnya.

Aidil bilang, usaha makanan dan minuman bisa dijalankan walaupun dengan modal Rp 1 juta atau bahkan kurang. Jenis usaha tersebut merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang berpeluang mencatatkan keuntungan lumayan besar.

Untuk menjalankan usaha ini, harus dipastikan betul makanan dan minuman yang dijual benar-benar sesuai dengan selera konsumen, khususnya soal rasa.

Selain makanan dan minuman, Aidil mengungkapkan bisnis yang bisa laku keras saat pandemi adalah menjual bibit tanaman hidroponik. Modal untuk menjalankan bisnis ini relatif kecil lantaran hanya membeli bibit, media tanam, pupuk, dan air.

“Ini bisa jadi peluang bisnis, apalagi sekarang lagi healthy lifestyle dengan menggunakan bahan back to nature, termasuk masak sendiri. Sejak COVID, awareness hidup sehat menjadi tinggi,” katanya.

Jika dalam usaha mengalami kesulitan memasarkan produk dagangannya, Aidil menyarankan agar tidak ragu bekerja sama dengan para reseller atau dropshipper. Sebab, mereka memiliki pasar yang cukup luas.

Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari menyebut ada beberapa usaha yang memiliki modal sedikit namun berpotensi cukup tinggi saat pandemi. Pertama, makanan sehari-hari atau lauk pauk yang memiliki daya tahan lama, seperti makanan kering, cemilan, dan sambal-sambalan.

Selanjutnya produk-produk penunjang kesehatan, seperti vitamin, suplemen, masker, dan hand sanitizer. Lalu yang memiliki potensi tinggi namun modalnya rendah adalah produk jilbab.

Menurut Tejasari, cara memasarkan semua produk ini diutamakan via online, mulai dari media sosial (medsos) seperti Instagram, Facebook, jika memungkinkan membuat toko di toko digital atau marketplace.

“Jadi kalau khusus makanan, pilih menu atau makanan yang tahan lama, untuk pemula yang belum mengerti sistem memasak yang bisa tahan lama bisa pakai sistem PO (pre order),” katanya.

Tejasari bilang, bagi masyarakat yang ingin menjalankan usaha-usaha tersebut perlu memiliki ciri khas atau keunikan sendiri dari masing-masing produk yang dijual. Sebab, produk-produk makanan, kesehatan, jilbab memiliki saingan yang besar.

“Kita harus punya ciri yang berbeda dengan harga yang bersaing. Misalnya untuk makanan, kemasan yang menarik dan rasa yang enak, harus jadi perhatian supaya orang mau membeli dan membeli lagi,” ungkapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *