Berita Terbaru

Saham konsumer dan perbankan layak dikoleksi

20110620112311penutupanihsg170611-3

Jakarta (ANTARA News) – Saham-saham sektor konsumer, perbankan dan otomotif diperkirakan kembali mengalami penguatan pada perdagangan Kamis ini, sehingga layak dikoleksi.

Analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro mengatakan di Jakarta, Kamis, saham di sektor-sektor tersebut dalam perdagangan dua hari terakhir merupakan saham penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“IHSG sendiri akan bergerak pada level resistance 4.020,” ujarnya.

Sementara pada pembukaan sesi I perdagangan Kamis, IHSG turun 11,91 poin (0,30 persen) ke level 3.973,29, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 dibuka turun 3,06 poin (0,44 persen) ke level 689,70.

Untuk bursa regional, bursa Amerika Serikat ditutup melemah sekitar 0,5 persen pada perdagangan Rabu (29/2), meski sempat dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif rilis data produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal IV-2012 yang tumbuh 3 persen dan lebih baik dari estimasi.

Selain itu, pernyataan Chairman The Fed Ben Bernanke yang tidak mengindikasikan adanya rencana peluncuran paket stimulus (QE3), yang membuat bursa AS dan Eropa ditutup terkoreksi.

Untuk bursa Asia, pada perdagangan Kamis ini dibuka “mixed” dengan kecenderungan menguat terutama bursa Jepang.

Menurut Yualdo, hal ini memfaktorkan sentimen positif dari data manufaktur China yang kembali menguat pada Februari 2012.
(KR-IAZ/B008)

Editor: Desy Saputra

IHSG rawan aksi ambil untung

20110926ihsg-anjlo

Jakarta (ANTARA News) – Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan dalam dua hari ini diperkirakan dapat menjadi pemicu terjadinya aksi ambil untung, sehingga rekomedasi “buy on weakness” dan jual di saat menguat menjadi pilihan.

Menurut Senior Riset Yuganur Wijanarko di Jakarta, Kamis (1/3), penguatan IHSG mengikuti irama regional dan menguatnya rupiah akibat intervensi, namun faktor kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di kisaran Rp1.500-2.000 yang dapat menyumbang inflasi tahunan dari 5,5 persen menjadi 7,5 persen, serta pemilu di Yunani dan Perancis dapat memberikan ketidakpastian dalam pengucuran dana talangan (bailout).

“Kondisi ini diperkirakan akan terjadi aksi ambil untuk di pasar,” ujar Yuganur dalam risetnya.

Pada perdagangan Kamis (1/3), IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 3.850-4.020. Untuk pilihan saham-saham, ia merekomendasikan empat saham untuk dibeli, antara lain PT AKR Corporindo (AKRA) dengan target harga Rp3.750, PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp70.850, PT BRI Tbk (BBRI) target harga Rp6.950, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) target harga Rp3.500.

Sementara Kepala riset e-Trading Securities Bertrand Raynaldi memperkirakan IHSG pada perdagangan Kamis (1/3) menguat terbatas dengan kisaran 3.955-4.016.

“Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG kembali menguat dengan Resistance terdekat saat ini berada di 4.008. `Candlestick` IHSG membentuk pola `Bullish Marubozu` mengindikasikan sinyal `bullish continuation`,” kata Bertrand.

Pada perdagangan Rabu (29/2), IHSG ditutup naik 81,65 poin (2,09%) ke level 3.985,21 dengan jumlah transaksi sebanyak 9 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp6 triliun.
(KR-RT/KR-SSB)

Editor: Desy Saputra