Berita Terbaru

23Menpera-Djan-Faridz

KEMENPERA: Hari ini, Menpera Datangi Rakonreg I di Solo

SOLO- Kementerian perumahan rakyat (Kemenpera) Republik Indonesia mengadakan rapat konsultasi regional (Rakonreg) I bertempat di The Sunan Hotel, Solo, selama tiga hari, Rabu-Jumat (22-24/2). Pelaksaan rapat dimulai Rabu malam. Pembahasan rapat hanya Selengkapnya »

23Jukir

RETRIBUSI PARKIR: Ratusan Jukir dan Pengelola Ikuti Sosialisasi

SOLO- Ratusan juru parkir (Jukir) dan pengelola mengikuti sosialisasi tentang parkir berdasarkan Perda No 9/2011 tentang Retribusi Parkir, yang digelar Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, di Balai Tawangarum Kompleks Balaikota, Selengkapnya »

22Mobil-Esemka1-241x320

MOBIL ESEMKA: Uji Emisi Dijadwalkan Senin

SOLO-Uji emisi mobil Esemka berdasarkan jadwal dari Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) akan dilaksanakan Senin (27/2). Kendati demikian, hal itu tidak akan mengubah jadwal pemberangkatan dari Solo ke Tangerang, Jumat (24/2) Selengkapnya »

KAUMAN-ilustrasi-soloposdok-Burhan-Aris-Nugraha-370x248

KAUMAN SOLO Segera Bentuk BUMM

SOLO-Warga Kelurahan Kauman Pasar Kliwon bakal membentuk Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMM) dalam kurun dua tahun ke depan. Langkah tersebut sebagai upaya mewadahi segenap potensi kelurahan agar bisa dipromosikan ke luar wilayah Selengkapnya »

lahan-248x320

LAHAN PERTANIAN DI SOLO Tinggal Sekitar 100 Ha

SOLO--Luas lahan pertanian produktif di Kota Solo terus mengalami penyusutan dari tahun ke tahun. Bila sebelumnya luas lahan pertanian di Kota Bengawan di kisaran 103 hektare, saat ini hanya tersisa lebih kurang Selengkapnya »

BI: BBM Naik Rp 1.500, Inflasi Bisa di Atas 5,5%

BI-Rate

Jakarta – Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah mengakibatkan inflasi akan bergerak ke atas. Bank Indonesia (BI) memprediksikan jika BBM bersubisidi naik hingga Rp 1.500 per liter maka inflasi bisa mencapai 5,5% lebih.

“Kalau dia bergerak di atas 5 persen, apalagi Rp 1.500 maka (inflasi) akan bergerak di atas target Bisa lebih dr 5,5%,” ungkap Gubernur BI Darmin Nasution di Hotel Kempinski, Bundaran HI, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Bank sentral padahal mematok inflasi di 2012 ini sebesar 4,5% plus minus 1%. Alhasil dengan kenaikan BBM ini target BI bisa tidak sampai kecuali jika bank sentral melakukan revisi.

Darmin mengatakan tingginya inflasi karena BBM ini merupakan bagian dari ‘cost’ sebuah kebijakan. “Memang setiap kebijakan tentu ada costnya dan benefitnya. Dalam soal harga BBM memang tadinya wacananya membatasi tapi kelihatannya tidak workable, mungkin pom bensin yang ada pertamax cuma di Jakarta,” tambahnya.

Menurutnya, jika pemerintah tidak menyesuaikan harga BBM bersubsidi ini maka APBN bisa terus jebol. “Kalau tidak dilakukan kenaikan harga, APBN akan kesulitan tapi neraca pembayaran akan kesulitan,” tegas Darmin.

Lebih jauh Darmin mengatakan, mulai pertengahan 2011 lalu neraca transaksi migas mulai timpang. Total ekspor dan impor migas RI secara keseluruhan dibanding total impornya sudah mulai lebih besar impornya.

“Jadi transaksi berjalan defisit, mempercepat transaksi berjalan justru membuat neraca pembayaran defisit dengan cepat membesar ke depan kalau tidak direspons sama sekali. Jadi harus naikin harga BBM dan orang harus mulai berhemat,” tutup Darmin.
(dru/dnl/detik)

HPP Beras Naik 30% Jadi Rp 6.600/Kg

Gabah-dalam

Jakarta – Pemerintah akhirnya menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras tahun 2012 sebesar Rp 6.600 per Kg. Besaran HPP ini mengalami kenaikan 30% atau sebesar Rp 1.540 per Kg dari HPP terakhir yang ditetapkan tahun 2009 sebesar Rp 5.060 per Kg.

“Sudah. Kenaikannya cukup bagus. Angkanya Rp 6.600. Ya sekitar segitu,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/2/2012)

Hatta mengatakan penetapan HPP terbaru untuk beras, gabah kering giling (GKG), gabah kering panen (GKP) sudah ditandatangani oleh Presiden SBY melalu instruksi presiden (Inpres).

“Sudah (ditandatangani). Nanti Bulog membelinya atas dasar itu. Bagus itu. Kalau menteri pertanian seneng itu. Petaninya makmur. Sudah disetujui semua, aman tentram,” tegas Hatta.

Sebelumnya pemerintah telah menaikkan harga pembelian beras dan gabah di 2009 melalui Inpres No. 7/2009 tentang Kebijakan Perberasan.

Untuk HPP gabah kering panen (GKP) di petani Rp 2.640 per kg, GKP di penggilingan Rp 2.685 per kg, gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp 3.300 per kg, sedangkan GKG di gudang Bulog Rp 3.345 per kg sementara harga beras di gudang Bulog Rp 5.060 per kg.

Pada awal 2011 pemerintah memang mengeluarkan Inpres No. 8/2011 tentang Beras yang memberikan fleksibilitas Bulog untuk membeli beras petani di atas HPP beras.
(hen/dnl/detik)